|
STAR MULTIMEDIA SELULAR (SMS)/
INDOGOLDS.COM
NOKIA 7600
Meskipun sebagian besar ponsel Nokai memakai desain candy bar, namun kadang-kadang vendor Finlandia ini suka mengeluarkan seri ponsel yang berdesain "aneh". Lihat saja seri 3300 yang mirip stick untuk main Playstation. Atau, seri 6600 yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu. Dengan bentuk yang terkesan "gendut". Nah, berikutnya muncul lagi versi "aneh" Nokia, lewat seri 7600. Bentuk ponsel sartu ini lumayan bikin takjub. Betapa tidak, desainnya seperti keluar dari patron desain ponsel yang ada, seperti candy bar dan clamshell. Bentuk seri baru Nokia ini lebih mirip daun yang lebar, atau boleh juga dibilang mirip daun sirih. Tapi, si daun sirih ini sudah mengusung teknologi generasi ketiga. Mampu merekam video sekaligus audio. Memainkan kembali rekeman video tersebut, atau mengirimkan rekaman tersebut sebagai clip. Serta, segepok fitur canggih lainnya. TAMPILAN Tapi, justru disitulah letak keunikan desainnya. Dengan model daun lebar, berdimensi, 87 x 78 x 18.6 mm, berat 123 gram, Nokia 7600 ini lebih mirip aksesoris baju ketimbang ponsel. Jadi, bila dikalungkan di leher, misalnya, ponsel ini bisa berperan untuk menambah gaya penampilan. Kabarnya, Nokia juga mengeluarkan versi terbatas seri ini. Perbedaannya terletak pada bagian pinggirannya itu, yang terbuat dari bahan kulit halus. Yang pasti, sentuhan kulit pada pinggiran tersebut, akan menambah kesan mewah pada ponsel ini. Selain itu, komposisi keypad yang terletak di sisi kiri dan kanan layar, dengan tombol navigasi dan scroll key yang berada di bawah layar, juga membuat urusan mengetik teks tak bisa dilakukan dengan satu tangan, untuk ukuran tangan orang Indonesia dewasa, karena bagian mukanya yang lebar.
FITUR Di antara segudang fitur tersebut, salah satu yang menarik adalah video recorder. Fungsi ini memungkinkan pengguna merekam gambar video sekaligus audio hingga 2,5 menit. Hasil rekaman bisa disimpan sebagai klip di Galery, dan diputar ulang kapan saja diinginkan, lewat fitur RealOne Player. Fungsi inipun bisa dimanfaatkan untuk menikmati layanan khas 3G. Yakni, video streaming. Pada uji coba yang dilakukan, fungsi video recorder ini berjalan cukup baik. Akses ke menu tersebut juga cepat dan tidak ribet, karena menu ditampilkan dalam bentuk ikonik, dan pemilihan dilakukan oleh scroll key. Masuk ke menu, lalu pilih ikon camera. Setelah dibuka, ada beberapa pilihan, seperti mengambil gambar (untuk fungsi foto), merekam video. Bisa dipilih sesuai keinginan. Apakah mau memotret atau merekam video. Hasil rekaman video yang diambil, tergolong cukup bagus. Tayangan rekaman selama 2,5 menit itu tidak terpatah-patah. Gambarnya pun cukup terang dan jernih. Hasil yang lumayan optimal itu, memang berkat penggunaan lensa VGA (Video Graphic Adapter) yang memiliki resolusi 640 x 480 pixels. Serta dukungan layar warna dengan resolusi 128 x 160 pixels, berkedalaman 65 ribu warna, serta dukungan teknology TFT (Thin Film Transistor) pada layarnya. Kamera digital mininya sendiri dilengkapi fungsi pembesaran gambar (zoom) hingga dua kali lipat. Dan untuk menyimpan klip video, foto, phonebook, ringtone, pesan, file musk dan aplikasi tambahan lain dari download, ponsel ini menyediakan ruang memory sangat besar, 29 MB. Jadi, tak perlu repot-report mengatur penyimpanan aplikasi lagi. Fitur menarik lainnya adalah Digital Music Player, yang berfungsi untuk membuka dan memainkan lagi berbasis MP3 atau AAC, yang tersimpan di Menu Gallery. Kemampuan memutar music ini dapat dijalankan selama 50 menit. Kualitas suara ? memang tak sejernih suara yang dihasilkan dari perangkat audio semacam Compo. Tetapi, untuk menghibur di sela-sela kejenuhan menunggu seseorang, cukup lumayanlah. Apalagi kalau mendengar melalui perangkat headset yang sudah stereo. Tak ubahnya mendengarkan musik dan walkman. Cuma memang, kualitas suara yang dihasilkan dari speakernya tampaknya memang belum optimal. Suara hasil rekaman video/ audio maupun suara dari file musik yang diputar, belum terlalu "garang". Meskipun, setelan volume sudah diatur ke level paling tinggi. Malah, suara dering polifoniknya, juga seperti kurang nyaring. Walaupun setelah volume sudah diatur ke paling tinggi. Bila tak dibantu dengan mode getar, boleh jadi pengguna luput mendengar nada panggilan masuk bila tengah berada dikeramaian. Nokia 7600 ini dirancang bisa digunakan pada dual band dan mode. Maksdunya, mampu beroperasi di jaringan GSM (900/ 1800), serta di jaringan WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access), Mode jaringan tersebut akan ter-switch secara otomatis, menyesuaikan pada ketersediaan jaringan. Sayangnya, di Indonesia belum ada operator WCDMA. Jadi, fungsi itu tak bisa diujicoba. Sebenarnya, bila sedang beroperasi pada jaringan WCDMA, fungsi menerima dan mengirim klip video, dapat dilakukan selama pembicaraan berlangsung (multi-tasking).
PERFORMA Kemampuan menangkap sinyalpun cukup bagus. Saat ujicoba dengan menggunakan beberapa operator, kekuatan penangkapan sinyal hampir merata. Suara yang terdengar saat melakukan dan menerima panggilan, lumayan jernih. Ponsel ini memakai baterai Li-ion 850 MAH, yang punya kekuatan waktu bicara hingga 4 jam serta waktu standby hingga 12,5 hari, bila menggunakan jaringan GSM. Bila menggunakan jaringan WCDMA, baterainya hanya mampu mendukung waktu bicara hingga 3 jam, dengan waktu standby juga 12.5 hari. Cuma, aspek gaya tadi memang harus mengorbankan sedikit faktor kenyamanan saat menggenggam, dan memencet tombol, dikarenakan bentuknya yang dari sisi ergonomis kurang baik. Jadi, semua terpulang kepada anda.
Others Info
Sumber : Majalah SELULAR, No. 45 - Desember 2003 & Berbagai Sumber SILAHKAN KIRIM TANGGAPAN/ PENDAPAT ANDA MENGENAI PRODUK INI
|