Tidak bisa dipungkiri ponsel saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan yang teramat penting. Tidak hanya pada komunitas dikota-kota besar, dikota-kota kecil pun kehadiran ponsel terasa semakin dibutuhkan. Apalagi jika melihat kenyataan saat ini pembangunan jaringan fixed phone belum merata. Maka ponsel yang tadinya merupakan unsur pelengkap dalam komunikasi masa kini, sekarang tampaknya mulai berbalik menjadi modal utama telekomunikasi.
Harus diakui paling tidak ponsel sekarang ini memiliki fungsi yang sepadan dengan pontap. Bahkan jika mau jujur telah melampaui fungsi pontap karena ponsel telah mewakili sisi gaya hidup. Tak berlebihan jika para pabrikan ponsel terus berlomba menghadirkan produk-produk terbaru yang dapat memuaskan kebutuhan penggunanya.
Salah satunya pabrikan ponsel asal Jerman, Siemens Mobile Phone kembali meluncurkan seri terbarunya A55. Seri ini memang ditujukan untuk mengisi segmen pasar low end. Berbagai pabrikan juga senantiasa silih berganti meluncurkan ponsel dengan kulifikai low end. Hal ini disadari bahwa memang banyak kalangan yang membutuhkan ponsel baru dengan harga relatif murah. Siemens A55 dirancang dengan mengadopsi beberapa desain yang telah ada. Sesuai dengan segmennya ponsel ini hadir apa adanya dengan fitur
sederhana.
TAMPILAN
Desain dan rancangan luar dari A55 dipastikan mirip dengan C55 yang telah diluncurkan tahun lalu. Juga hampir sama dengan corak A50 yang dapat dilihat dari bingkai cermin yang mengitari display. Corak dan garis pewarnaan bisa dikatakan setali tiga uang dengan A50, terutama pada sentuhan garis warna pada sisi badan ponsel. A55 juga dilengkapi dengan CLIPit yang sesuai bagi kebutuhan remaja yang senang gonta-ganti casing. A55 memiliki dimensi 103 x 46 x 21,5 mm dengan berat 84 gram atau dalam volume 75 cc. Lebih kecil ketimbang A50 yang berdimensi 101 x 44 x 21 mm, dengan berat 80 gram.
Tidak ada yang terlalu istimewa pada tampilan muka ponsel. Tapi memang harus diakui bahwa pengoperasian keypad lebih nyaman dari pada seri A50. Terdapat tombol navigasi dua arah diantara dua tombol softkey. Tombol navigasi kebawah langsung menghadirkan adressbook. Ponsel berdesain sporty ini ditawarkan dalam dua warna pilihan yakni garnet (merah), dan biscaya (biru). Siemens pun ponsel ini dengan sebutan desain captivating.
Penampilan display hanya menggunakan jenis monochrome seperti halnya seri-seri Siemens terdahulu. Agak disayangkan Siemens tidak meluncurkan jenis display warna untuk seri lowend, padahal sejumlah kompetitornya lebih berani. Ukuran LCD (liquid color display)-nya serupa dengan seri C55 yaitu 101 x 64 pixels dengan lima baris karakter, Bisa dikatakan sedang-sedang saja.
FITUR
Siemens A55 secara resmi diperkenalkan pada 3GSM World Congress di Cannes, Perancis pada februari lalu. Lebih mengedepankan unsur fungsionalitasnya ketimbang desain. Sebagai ponsel low end kebutuhan utama pada fiturnya lebih banyak yang menunjang kegiatan komunikasi suara dan pesan sederhana alias SMS.
Seri Siemens A55 juga telah ditunjang kemampuan akses internet walau hanya menggunakan WAP Browser 1.2.1 yang memiliki kemampuan download nada dering dan gambar. Unyuk akses internet dapat langsung masuk ke menu surf and fun, seperti layaknya ponsel keluaran Siemens lainnya. Ponsel ini menghadirkan fitur yang sifatnya ringkas dan padat, jadi agak berbeda dengan penampilan menu pada seri-seri siemens lain. Saat membuka akan terlihat menu utama messaage, call records, alarm clock, surf and fun, ring tones, profiles, setup, dan phonebook. SMS seperti biasa hanya mampu hingga 760 karakter, sedang kapasitas SMS dalam memory mencapai 25 pesan.
Soal nada dering dibanding seri low end Siemens sebelumnya, A55 memiliki keunggulan dengan adanya nada dering polifonik. Nada polifonik yang ada cukup menarik meski hanya tersedia 16 jenis nada dering polifonik, seperti nada baroque, holiday dan Siemens Swing. Ditambah pula terdapat nada dering tradisional sebanyak 6 jenis, dan nada klasik sebanyak 5 jenis. Cukup menarik juga, karena ponsel ini telah dilengkapi dengan speakerphone seperti halnya pada seri ME45.
Keluaran Siemens terbaru ini memiliki kemudahan dalam entry pada phonebook, untuk mendefinisikan grup terdapat 4 macam kelompok, yaitu family, friends, VIP. dan others. Setiap nama yang anda input dapat ditentukan lokasi penyimpanan, apakah di SIM memori atau diphone momori. Untuk gambar pada display menggunakan format bitmap style, sedangkan untuk screensaver terdapat beberapa pilihan dari animation, picture, daytime depending, dan analog clock.
PERFORMA
Dalam paket penjualannya A55 dilengkapi dengan baterai standar jenis Lithium lon 700mAh jenis EBA-510, serupa dengan yang terdapat pada seri C55. Dengan kapasitas 700mAh maka ponsel ini memiliki kemampuan waktu siaga hingga 250 jam, dan waktu bicara hingga 5 jam. Charger yang digunakan juga agak berbeda dengan seri Siemens lainnya, yaitu standar seperti yang digunakan pada seri 55, dimana durasi waktu charging sekitar 2 jam. Tidak ada masalah dalam kemampuan akselerasi antar menu, maklum aplikasi yang dibenamkan juga tergolong sederhana. Siemens A55 menggunakan SIM card bertegangan 3 volt, ini menandakan konsumsi power yang dibutuhkan tidak besar sehingga perfoma baterai pun akan lebih tahan lama.
Kualitas speakerphone juga cukup baik, dengan desain yang kecil ponsel ini tergolong nyaman digenggam. Konsep yang menerapkan interchangeable covers juga memperkuat image dari ponsel ini, sebab gonta-ganti cover memang salah satu syarat sukses ponsel dengan karakter remaja dipasar. Namun perlu menjadi perhatian agar pihak pabrikan untuk menyediakan cover warna alternatif yang menarik agar A55 tidak menjadi ponsel yang membosankan.
Seperti pada ponsel lainnya, A55 juga dilengkapi dengan predefined text input T9. Memang fitur penegetikan ini jarang digunakan, namun kedepan tentu tidak ada salahnya jika pabrikan menyediakan versi dalam bahasa indonesia. Fitur T9 pada A55 tersedia dalam layanan bahasa Spanyol, Belanda, Portugis, Hungaria dan Arab.
Kemampuan nada dering cukup baik. Namun sangat disayangkan kali ini Siemens hanya mengandalkan download untuk penambahan sedangkan melody composer tidak terdapat pada A55. Secara keseluruhan ponsel A55 ini cukup lumayan diandalkan meski tertinggal jauh dibandingkan pesaingnya yang telah menghadirkan ponsel low end dengan layar
warna.
Sumber : Majalah
SELULAR, No. 38 - Mei 2003 & Berbagai Sumber
MY OPINION
1.
Cornelia - Jodoh square
c/37 batam (22 Maret 2004)
Cukup utk kelas menengah ke bawah. download ringtone mana??
==> Silahkan anda email ke
indogolds@hotmail.com